Pementasan Bedhaya Arjuna Wiwaha di Bangsal Sri Manganti

jogjaperformingart – Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta. Biarpun Kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950 tapi sampai saat ini komplek bangunan kraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan kesultanan. Bahkan Kraton Yogyakarta merupakan salah satu kraton yang masih menjaga dengan baik kesenian tradisionalnya sehingga Kraton Yogyakarta menjadi tujuan wajib bagi wisatawan dosmestik ataupun luar negeri jika berkunjung ke Yogyakarta.

Bangsal Srimanganti dahulu adalah tempat untuk sultan beserta abdi dalemnya menjamu tamu dengan berbagai kesenian khas kraton. Namun sekarang bangsal tersebut lebih difunsikan untuk menampilkan paket wisata yang berbentuk karawitan, tari tradisional, tembang macapat, dan wayang golek. Mulai hari Senin dan Selasa, para seniman keraton menampilkan kebolehannya memainkan gamelan. Mulai pukul 10.30 WIB sedangkan untuk hari Kamis dan Minggu, para seniman khusus menampilkan tarian adat khas keraton. Pada hari Kamis, para seniman hanya menampilkan satu tarian. Pada hari, Minggu tarian mulai ditampilkan pada pukul 11.00 WIB.

Untuk Minggu pertama bulan ini, (3/2/2019). Pihak kraton mementaskan Tari Bedhaya Arjuna Wiwaha karya Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menceritakan tentang Ciptaning Mintaraga. Diceritakan dalam kisah itu Prabu Winatakawaca banyak menimbulkan kejahatan karena keinginannya untuk mempersunting Bathari Supraba tidak dikabulkan oleh para dewa. oleh karena itu Raden Harjuna yang sedang bertapa di gunung Ngendrakaila dengan nama Begawan Ciptaning diutus oleh sang Ywang Bhatara Guru untuk memerangi kejahatan yang ditimbulkan oleh Prabu Nirwatakaca dengan sarana Bathari Supraba itu sendiri.

Prabu Nirwatakaca akhirnya dapat dikalahkan oleh Begawan Ciptoning. Oleh karena itu Begawan Suciptoning atau Raden Harjuna di wisuda oleh Bathara Guru mengjadi raja dengan gelar Prabu Galithi dan dinikahkan dengan Bhatari Supraba. Itulah sepenggal cerita dari tarian tersebut.

“Dalam rangka mengayubagio renovasi Bangsal Srimanganti sehingga digelar pementasan tari tersebut, ujar KPH Notonegoro. Harapannya juga tari-tarian tersebut akan lebih sering di pentaskan dan akan di informasikan kepada khalayak umum khususnya lewat sosial media, sehingga akan menjaring lebih banyak pengunjung baik lokal maupun internasional terutama yang muda-muda.

Photo by Pipo Arokhmanuri,Bagda Maulana Ardhie Nugraha, Adde Artita Kusuma, Erwin Octavianto, Yudhi K

en_USEnglish
en_USEnglish