Parade Gamelan 2019 NGAYOGYASWARA #3

Jogjaperformingart – Yang muda yg bergerak, yang muda yang berkarya. Kita lestarikan warisan keragaman budaya Nusantara sekaligus merawat dan menumbuhkembangkannya, karena selain sebagai warisan berharga dari nenek moyang, sejatinya dia adalah titipan dari generasi mendatang.

 

Tebing Breksi yang merupakan destinasi wisata hebat, adalah gambaran nyata bahwa pelestarian alam dengan cara menjadikannya terus dan tetap indah adalah kewajiban kita semua. Penyelenggaraan event seperti Parade gamelan kali ini adalah salah satu caranya.

 

Ngiang Riang Bahana Yogya yang merupakan tema parade gamelan kali ini seperti mengabsahkan betapa kegembiraan yang coba kita ciptakan saat ini adalah wujud nyata dari kewajiban yang terus dan tak pernah henti kita lakukan untuk menjaga keistimewaan Yogyakarta.

 

BRIDGING PENAMPIL BREKSI

1. MAULANG KAJI LAMO – SUMATERA BARAT
Keragaman serta keindahan alam,adat istiadat,kebudayaan dan kesenian daerah Minangkabau telah menginspirasi karya ini. Mengingat apa yang pernah dipelajari oleh pengkarya serta menambahkan unsur-unsur kekinian agar lebih bervariasi.
Komposisi musik di jalin sedemikian rupa agar menjadi lebih menarik dengan harapan setiap pasang mata yang menyaksikan merasa bahwa mereka sedang berada di sebuah tempat yang di sebut-sebut Ranah Minang.

 

2. SATYA DAYUN PRANA – BANYUWANGI
Satya Dayun Prana merupakan komposisi musik yang merepresentasikan sebuah kesetiaan riwayat hidup seorang Dayun sebagai abdi raja Menak Jingga. Satya diartikan sebagai wujud kesetiaan dan prana diartikan sebagai kekuatan hidup sang Dayun.
Mengacu pada cerita rakyat yang berkembang di ujung timur pulau Jawa, sosok Dayun disepakati sebagai penuntun yang memiliki sifat ksatriya, cerdik dan jenaka, sehingga secara garis besar tema terbingkai atas berbagai suasana yang disajikan melalui narasi vokal instrumental menggunakan media ansambel musik tradisi Banyuwangi.

 

3. CHINESE DRUM BUDI UTAMA – BUDI UTAMA
Karya ini menceritakan tentang para kesatria wanita maupun lelaki dari negeri china yang memiliki kekuatan, ketangkasan, kehebatan serta kecerdasan dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara,
Hal ini diImplementasi kedalam Ritmis, dinamika dan juga ekspresi musikal.
Semangat, atraktif, dan juga jiwa heroik menjadi ciri dari musik chinese drum budi utama, karena untuk memainkannya dibutuhkan tubuh yang sehat, kuat serta fikirkan yang fokus, laksana kesatria yang memiliki semangat, pantang menyerah dan jiwa yang besar.

 

4. ISEN MULANG
Salah satu puncak kemuliaan manusia adalah berani menitahkan kebenaran, sekaligus tidak takut mengakui
kesalahan. “Pantang pulang sebelum menang”, adalah kalimat yg memiliki nilai filsafat yg dalam, karena martabat dan harga diri, sejatinya, bersemayam agung di kegigihan dan kebersahajaan manusia.
Petikan kecapi, tabuhan kangkanong dan garantung yang mistis menjadi benang merah dari serangkaian instrumen tradisional yang secara ritmis berhasil mengantarkan semangat kegigihan yang tinggi dalam memaknai sejatinya kehidupan itu. Tambun Bungai Ensemble berhasil menjadikannya sebagai sebuah harmoni yang elok.

 

5. SWARALOKA – YOGYAKARTA
Peradaban Jawa tak pernah hilang. Tak kan pernah hilang. Dia bersemayam khusyu’ di relung batin kosmik terkecil dari jagat raya. Bilik-bilik dan detak waktu tak pernah mampu menyeretnya dari ketetapan luhur singgasananya. Tidak hanya bersanding, dia bahkan akan menjelma menjadi kusir bagi perjalanan kereta zaman di semesta kehidupan.
Bersinggungan dengan instrumen dan genre musik modern bukan sesuatu yang tabu. Suara siter yang menyayat gagah, tabuhan kendang yang memanglima dan banyak lagi instrumen gamelan yang rampak, berpadu dengan gong yang mengkhatamkan semuanya, berhasil dijalin Shandro Wishnu Adji Seputra ke dalam sebuah komposisi yang asyik namun agung, menggelegar tapi tetap luhur.

 

Inilah para komposer yang memeriahkan acara Parade Gamelan 2019 NGAYOGYASWARA #3 :
-Treddy Pranata, Banyuwangi.
-Hamdani, Chinese Drum.
-Hamzah Bilal, Sumatera Barat.
– Tambun Bungai Ensamble Kalimantan yang diwakili oleh Zulfikar Muhammad Nugraha
-Shandro Wishnu Adji Seputra, Yogyakarta.

 

(Foto oleh Ajisoko)

en_USEnglish
en_USEnglish