Kua Etnika Mempersembahkan Konser “SESAJI NAGARI”

Konser “Sesaji Nagari” Kua Etnika

Jogjaperformingart – Komunitas Seni Kua Etnika akan menggelar konser yang akan diselenggarakan pada Minggu, 10 Maret 2019, pukul 20.00 wib di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Konser ini merupakan peluncuran album baru dari Kua Etnika bertajuk “Sesaji Nagari.”

Kua Etnika didirikan pada tahun 1996 oleh Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa, dan Purwanto.
Kua Etnika dibentuk sebagai sebuah upaya dialog di dalam bermusik. Sebuah upaya menafsirkan kembali musik-musik tradisi dengan semangat inovasi sehingga dapat dinikmati dalam nuansa yang lain dan menggugah selera generasi kini. Berbagai festival internasional yang telah diikuti Kua Etnika antara lain: Workshop and Performance of Contemporary Music at the Rentak dan Gerak (Rhythm & Movement) di Akademi Kebangsaan Malaysia (Kuala Lumpur 2001), Indonesian Arts Festival (Brisbane, Australia 2007), Indonesian Rock with Kua Etnika (Melbourne Australia 2007), Pesta Raya Malay Festival Art (Esplanade Singapura 2008), Darwin Festival (Australia 2008), Vienna Jazz Festival (Austria 2009), Adelaide Centre Oz Asia Festival (Australia 2009), Museum Sufer Fest (Frankfurt, Jerman 2015), Gamelan International Festival (Terengganu Malaysia 2015).

Ragam budaya Indonesia dapat kita lihat hampir di setiap daerah yang ada di Indonesia, terutama musik daerahnya, ujar Jaduk ferianto dalam jumpa pers. Setiap daerah, lanjut Jaduk, memiliki alat musik khas dengan bentuk dan bunyi-bunyian yang unik, yang membedakan daerah satu dengan daerah lainnya. Seiring berjalannya waktu, kian lama nada dan melodi indah ini semakin jarang terdengar di telinga kita, khususnya generasi muda. Berangkat dari hal tersebut, kami mencoba melakukan inovasi dengan menyajikan aransemen dan memadukan musik tradisi dan menambahkan unsur modern. Kami harap, inovasi yang kami lakukan dapat menyelaraskan semangat ke-Indonesia-an dari ujung barat hingga ujung timur, merekatkan kembali apa yang disebut Indonesia dan mengingat kembali menjadi orang Indonesia yang menghargai keberagaman.

Sejak berdiri tahun 1996, Komunitas Kua Etnika telah mengeluarkan beberapa album musik sekaligus menggelar konser, seperti: Nang Ning Nong Orkes Sumpek (1996), Ritus Swara (2000), Unen Unen (2001), Many Skyns One Rhythm (2002), Pata Java (2003), Raised From The Roots, Breakthrough Borders (2007), Vertigong (2008), Nusa Swara (2010), Gending Djaduk (2014).

Sesaji Nagari merupakan album ke 10 Kua Etnika, yang seluruh komposisinya diaransemen oleh Djaduk Ferianto dan Kua Etnika. Ada 10 komposisi terbaru yang akan dipersembahkan pada konser esok malam di Concert Hall taman Budaya Yogyakarta yakni: Sesaji Nagari, Ulan Andung-Andung, Batanghari, Kadal Nongak, Lalan Belek, Doni Dole, Anak Khatulistiwa, Made Cenik, Sigule Pong dan Air Kehidupan.

Konser “Sesaji Nagari” Kua Etnika menampilkan formasi lengkap yang tetap konsisten menggunakan alat bunyi tradisi Seperti Purwanto, Wibowo, dan Sony Suprapto dan I Kadek Dwi Santika yang akan memainkan Bonang, Reong, Perkusi, dan alat musik Dol dari Bengkulu, Rebana Ketimpring dan Pemade, Siter, Kempul, Klenang Bali, Suling, Saron, Ceng Ceng, dan Rindik Bali. Sedangkan Indra Gunawan dan Agus Wahyudi pada Keyboard. Sukoco pada kendang, Saron, Reong, Tagading Batak, dan rebana Ketimpring. Dhany Eriawan Wibowo pada Bass. Arie Senjayanto pada gitar akustik dan elektrik serta mandolin. Benny Fuad Herawan pada drum. Jaduk Farianto memainkan Perkusi, Etnik Flute dan vocal. Serta Silir Pujiwati dan Anita Siswanto pada backing vocal.

(Eko Susanto)

Konser “Sesaji Nagari” Kua Etnika
Konser “Sesaji Nagari” Kua Etnika
en_USEnglish
en_USEnglish