Setelah 6 tahun Tari Sumunaring Abhayagiri

Pementasan Sumunaring Abhayagiri

Sendratari klasik Sumunaring Abhayagiri Taman Wisata Candi Boko

Jogjaperformingart – Tari Sumunaring Abhayagiri mengisahkan tentang seorang raja yang bertahta di Kraton Ratu Boko bernama Pancapana merasa gelisah dan meninggalkan istana menemui rakyatnya yang sedanga mengalami penderitaan hidup dikarenakan ada segerombolan perusuh. Dia memberi semangat pada rakyatnya agar bangkit dari keterpurukan. Dahulu di Kraton Ratu Boko terjadi sebuah tragedi perebutan tahta yang berkepanjangan sejak awal berdirinya Kerajaan Mataram.
Begitulah sekilas cerita tentang Tari Sumunaring Abhayagiri. Tarian ini di garap secara khusus oleh Jurusan Pendidikan Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk dipentaskan di Keraton Ratu Boko. Tari Sumunaring Abhayagiri hanya khusus dipentaskan pada acara Festival Ratu Boko pada hari Minggu 23 September 2018 kemaren, selain itu hanya dipentaskan dua kali saja, yaitu tahun 2008 dan 2013.

“Festival Ratu Boko 2018 memberi wadah kepada seniman dan karya-karyanya”, ujar Ricky Siahaan, mewakili PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero). “Ini merupakan Festival Ratu Boko tahun ke-4 dan tahun ini mempunyai tema yang sangat menarik”.

Pukulan gong tiga kali menandai Festival Ratu Boko 2018 resmi dibuka. Acara yang dihadiri oleh pimpinan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Asisten Deputi Kementerian BUMN, Kepala BPCB DIY, Dinas Pariwisata Sleman, Komisi B dan C DPRD Kabupaten Klaten, DPD Asita DIY dan PHRI DIY berlangsung meriah sejak pukul 16.00 WIB (22/9).
Acara yang berlangsung selama dua hari kemaren , yaitu Sabtu tanggal 22 September 2018 dan Minggu 23 September 2018 menampilkan karya-karya klasik yang dibawakan oleh Sanggar Arkamaya Sukma dan Sanggar Nur Sekar Kinanti dari Jakarta.

Pertunjukan hari pertama ialah sendratari klasik Tirta Amertha yang dibawakan oleh group Sanggar Tari Bali Saraswati dan KPB Purantara Yogyakarta yang bekerjasama dengan Komunitas Seni Sudhalango dan ISI Yogyakarta. Hari kedua akan diisi dengan karya-karya kontemporer dengan puncak acara sendratari Sumunaring Abhayagiri.

Kedua sendratari pada Festival Ratu Boko ini dipilih karena cocok dengan fitur dan riwayat yang terkait dengan situs Keraton Ratu Boko, berupa sumber air dan legenda berdirinya Keraton Ratu Boko, terang Ricky Siahaan saat memberikan sambutan saat peresmian Festival Ratu Boko. Ratu Boko Festival 2018 digelar di Taman Gapura, Keraton Ratu Boko ini juga dimeriahkan dengan stan Kuliner dan Kerajinan, sehingga pengunjung bisa mencicipi makanan-makanan khas daerah seperti Bakmi Godok, Serabi, Gorengan, Jenang dan Wedang Ronde.

Informasi Harga Tiket Masuk, Kelas Festival Rp. 50. 000, Kelas Khusus Harian Rp. 150. 000 dan Kelas Khusus Terusan Rp. 250. 000.

en_USEnglish
en_USEnglish